Djoni aka DJ – Prologue – Road to Another World

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR

Adzan Subuh berkumandang di berbagai masjid maupun mushola di Kabupaten Banjarnegara, khususnya di Wanakarsa tempat seorang anak imut (kata emaknya) dengan gaya rambut a la Kirito dari anime Sword Art Online. Anak dengan kulit kuning langsat, dan badan yang kecil itu hendak bangun dari tidurnya. Perlahan dibuka kedua matanya meskipun berat, karena kantuk yang teramat sangat. Anak laki-laki yang juga seringkali dikira cewek ini bernama Djoni.

Orang tuanya memang memberikan nama Djoni menggunakan ejaan lampau, namun itu yang membuat Djoni unik. Teman-temannya bahkan seringkali memanggilnya dengan nama DJ. Bagi yang kebetulan lewat dan tidak tahu menahu asal muasal panggilan DJ tersebut pasti akan heran dan bertanya-tanya, “Ini anak DJ (Disc Jockey)?”. Padahal cutting atau crop audio juga masih suka kerepotan.

Djoni bangun dari tidurnya dan mendudukkan dirinya sejenak untuk mengumpulkan nyawa yang masih separuh itu. Mengusap kedua kelopak matanya dan pergi keluar kamar untuk mengambil air wudhu di kamar mandi. Pagi itu sangat dingin sebenarnya, tapi karena Djoni sudah terbiasa bangun pagi jadi dia terlihat biasa saja. Meskipun tetap menggigil sesekali.

Miskam yang adalah kakak dari Djoni juga sudah terbangun rupanya. Miskam justru sudah rapih dengan pakaian koko, sarung, dan peci hitamnya bersiap untuk pergi ke mushola.

“Udah bangun?” tanya Miskam.

“Heem…” jawab Djoni singkat sambil masih mengusap-usap kelopak matanya.

“Hari ini kamu yang shift malem ya?” kata Miskam kemudian sambil berlalu keluar rumah. Dan tak lupa mengingatkan Djoni untuk mengunci lagi pintu jika hendak pergi menyusul ke Mushola.

“Hoahm… Gini-gini aja hidup yah. Ya sudahlah, syukuri saja,” gumam Djoni yang kemudian melanjutkan berwudhu.

Sepulang dari Mushola Djoni dan Miskam berbincang-bincang tentang niatan Miskam untuk resign dari warnet. Djoni agaknya setuju namun juga bingung kalau nantinya cuma dia yang bekerja di warnet sendirian. Miskam yang mengerti dengan yang dirasakan adiknya itu memberikan usul untuk pergi mencari pengganti untuk dirinya. Miskam sendiri tidak sempat untuk mencari, dikarenakan kesibukan kuliahnya yang semakin padat dan tidak bisa ditinggalkan.

Sambil berjalan pulang Djoni yang sebenarnya berat hati dengan keputusan Miskam, mencoba untuk diam dan tetap bersabar. Sekelebat dalam benaknya terfikir jika saja hidupnya tidak sedatar ini, seandainya hidupnya lebih berwarna dan lebih seru. Djoni jadi teringat dengan anime Sword Art Online yang beberapa waktu lalu sering ditontonnya. Mungkin akan menyenangkan jika ada game yang benar-benar bisa seperti game di anime itu. Semua terasa nyata, meskipun itu semua hanya dunia virtual. Djoni ingin memiliki kehidupan kedua yang dirancangnya sendiri, dan tidak ada yang mengaturnya dalam menjalani hidup. Djoni ingin masuk ke dunia khayalan seperti itu dimana dia bisa menjadi sosok laki-laki yang lebih berani dan bisa menghadapi segala tantangan.

Djoni berharap, akan tiba saat dimana game yang diimpikan banyak orang itu bisa cepat tercipta. Djoni berharap akan ada dunia virtual yang membuatnya menjadi sosok laki-laki yang tangguh dan juga pemberani.

 

_~~~_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: