Nulis #2

Selamat pagi kawan…

 

Semoga hari minggumu menyenangkan. Penuh keberkahan. Penuh hal bahagia yang tak terduga. Aamiin.

Judul postingan gue hari ini adalah “nulis”. Kegiatan dari sekian banyak hobi yang sering gue kerjain. Apresiasi ide ide sering tertuang dalam sebuah tulisan. Ide ide yang sering tak terfikirkan sebelumnya. Ide yang entah sudah dimiliki orang lain atau belum. Tulis aja semua yang pengin ditulis.

Nulis bukanlah bahasa baku sepertinya. Nulis lebih ke bahasa daerah yaitu Jawa. Seringkali terselip dalam sebuah kalimat, “Agus lagi nulis cerkak kangge tugas sekolah” dan kalimat-kalimat lainnya. Yang berarti = menulis.

Pada saat sekolah dulu gue paling suka kalo ada soal yang mengharuskan kita membuat cerita. Seketika setelah menentukan point atau tema dan garia besar cerita yang udah gue bayangin, tangan gue akan dengan lancar merangkai setiap kata menjadi kalimat dan kalimat menjadi beberapa paragraf. Hingga diakhir sebual tulisan, pada kata atau kalimat menuju ujung cerita gue akan semakin berbangga. Senyum terukir lebar, bahagia karna ide yang gue punya sudah tercipta dan tertuang dalam cerita yang sederhana. Meskipun sederhana, ada rasa bangga tersendiri saat kita berhasil mendapatkan hasil pemikiran kita-sebuah karya.

Gue selalu mempunyai cita-cita dimana karya tulis gue bisa diterbitkan dalam sebuah buku. Seperti cerita yang pernah gue share di medsos maupun yang masih tertanam di otak gue.

Melihat keadaan gue yang seperti sekarang, gue mungkin masih akan jauh dari kata meraih cita-cita gue. Masih terkurung dalam dunia kerja yang mendorong dan memaksa gue buat jadi pekerja yang hampir-hampir membuat ide gue gak pernah tertuang dalam sebuah karya. Terkekang kebutuhan yang hari ini, esok, minggu ini, bulan ini harus dipenuhi. Tidak ada waktu untuk duduk berkhayal.

Bukan duduk berkhayal yang gue maksud untuk apa yang gue pengin lakuin sebenarnya. Gue pengin duduk tenang, menerawang jauh bebas dalam mengembangkan ide yang udah gue punya. Menyusunnya dalam satu karya dan gue kemas sedemikian rupa hingga bisa gue tunjukin ke editor penerbit. Mendapat kritik dan saran dari tulisan gue, merevisi setiap kata maupun kalimat untuk menjadi lebih baik-lebih sempurna-lebih sempurna lagi dan sempurna pada satu titik tertentu.

Pada akhirnya akan tercipta karya yang lebih baik dan bisa gue bagi cerita dan ide gue dengan semua orang. Merangkul mereka untuk ikut masuk dan tenggelam dalam dunia khayalan gue. Terlelap akan cerita dalam setiap halaman buku gue.

Untuk saat ini masih saja semua itu hanya angan. Hanya cita-cita. Bukan! Bukan “hanya” tapi “baru” lebih tepatnya. Baru sebuah cita-cita yang semoga nantinya bisa tercapai. Aamiin.

 

 

Terimakasih untuk semua orang di sekitar gue. Terimakasih sudah selalu mengharapkan yang terbaik buat gue.

 

Selamat pagi.

2 thoughts on “Nulis #2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s