Dia yang Telah Berdua

Hari kedua puasa di Bulan Ramadhan 1436 H, tiba-tiba gue terusik jadi pengen ngebuat postingan di blog gue yang satu ini. Gue Saeful, kali aja ada yang gak sengaja googling kisah alay dan nemu blog gue ini jadi biar pada kenal gue.
Singkat cerita beberapa bulan yang lalu gue baru diputusin sama cewek gue, panggil aja Mi. Tepatnya bulan Maret 2015 lalu gur diputusinnya. Mengaku tidak ingin menambah dosa dengan berpacaran maka beginilah gue sekarang, manyun sendirian. Ckckck.
Back to the point from the title I wrote. Mi seperti yang udah gue bilang adalah mantan gue. Dia orangnya baik selagi kita pacaran dulu. Sabar dan perhatian yang sering dia tunjukkin bikin gue pengen bersanding sama dia di pelaminan suatu saat nanti. Tapi, apa mau dikata takdir telah menyeratkan semua, Tuhan sudah menentukan segalanya. Gue dan Mi putus di tengah hubungan kami yang sebenernya baik-baik saja (menurut pandangan gue si).
Mi yang langsung gak pernah ngehubungin gue lagi semenjak mutusin gue lewat sms nampaknya benar-benar berubah. Semakin relijius dibanding sebelumnya, tapi juga kadang itulah yang bikin gue jadi bad mood, BT, males dan akhirnya gue unfriend akun facebooknya. Niat awal cuma biar gak liat setiap status terbaru facebooknya tapi entah dia memiliki pandangan lain atau gimana, akun gue dia blokir. Otom, gue udah gak bisa ngestalk atau liat akunnya dia sama sekali.
Berselang beberapa minggu semenjak putus, gue sempet liat foto profil fb-nya ganti dengan foto sepasang cincing lengkap dengan tempatnya. Feeling gue menduga-duga, “kayaknya dia udah dilamar orang”. Kegalauan gue semakin menjadi, males ngapa-ngapain dan males buat mikirin yang lain.
Gue coba refresh diri dengan main sama temen gue. Ke pantai maupun tempat nongkrong lainnya. Tapi tetep aja kalo inget dia yang rupanya bener-bener udah mau nikah sama orang lain, gue langsung down lagi. Hangout gue cuman berasa sebagai pelarian dari masalah yang satu ini, dan rupanya gue memang dipaksa buat ngelupain dia dengan mengikhlaskan semua yang sudah terjadi. Merelakan dia bersama laki-laki yang gue harap memang yang terbaik bagi dia.
Dia yang sudah berdua secara sah kemarin tanggal 29 Mei 2015, gue akui sudah mengambil langkah besar dalam hidupnya. Meskipun denger-denger dia sudah berubah semenjak menikah, gue coba buka pemikiran gue dan menganggap dia hanya mencoba untuk menjadi lebih dewasa dari sebelumnya. Atau parahnya kalo pemikiran gue salah adalah memang begitulah dia yang SEBENARNYA. Satu hal yang harus gue syukuri adalah, gue mungkin jadi bisa kembali memperbaiki diri gue dan semoga pada akhirnya gue bakal nemuin wanita yang terbaik bagi gue. Aamiin.

Thanks yang udah baca “aamiin”nya, secara gak langsung kalian bantu doain gue. Hehe.. Thanks ya…

Mungkin itu saja postingan gue yang satu ini. Maaf kalo isinya gak jelas, dan garing, ataupun absurd.

Gue Saeful. See ya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s