Q-Ta Knight’s Story Edisi Khusus MISKAM (Killer Eyes)

Miskam.

Seorang pemuda berusia sekitar 23 tahun ini saat itu merasa heran dan khawatir karena adiknya Djoni sudah larut malam belum pulang dari tempat kerjanya di Warnet Q-Ta. Miskam kemudian mencoba menghubunginya melalui telepon genggam namun tidak berhasil. Telepon genggam Djoni tidak bisa dihubungi, sehingga akhirnya Miskam memutuskan untuk mengunjunginya di warnet. Namun, tidak didapatinya Djoni berada di sana. Yang ada hanya 2 pelanggan perempuan yang masih menggunakan jasa internet di dalam billing. Tidak berapa lama dua perempuan yang berada di dalam billing itu keluar untuk membayar biaya tagihan menggunakan jasa internet. Karena tidak ada Djoni sehingga Miskam yang harus melayaninya.

Setelah kedua perempuan itu pergi Miskam keluar menuju ke warung nasi goreng milik Pak Yanto yang dinamai Warung Santai. Miskam menanyakan keberadaan adiknya kepada Pak Yanto namun tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Miskam kembali ke dalam warnet dan duduk di tempat OP untuk menunggu Djoni kembali. Berjam-jam sudah Miskam di sana, dan telepon genggam Djonipun masih saja tidak bisa dihubungi. Teman-teman Djoni yang lain seperti Saeful dan Dicky juga tidak bisa dihubungi.

Miskam memotong kuku jarinya sembari menunggu kabar dari Djoni, karena dipikirnya mungkin HP Djoni hanya mati karena kehabisan daya. Di warnet hanya ada Miskam dan komputer-komputer di setiap billing dan juga yang ada di meja OP. Suasana warnet begitu sunyi, tidak ada suara lain selain bunyi fan komputer dari billing nomer 6 yang berada di ujung sendiri. Miskam tiba-tiba merasa ada angin yang berhembus dari arah kolong meja. Miskam mencoba menyelidikinya, namun tidak ditemukan keanehan apa-apa di sana. Miskampun kembali duduk santai seperti sebelumnya, namun betapa kagetnya dia saat melihat ke arah tepat lurus ke arah LCD yang di meja yang menghimpitnya berubah menjadi benda seperti asap namun menghembuskan angin. Miskam mengucek matanya untuk memastikan dirinya dalam keadaan sadar, namun memang yang dilihatnya adalah suatu lingkaran hitam yang menghembuskan angin yang cukup kencang. Angin dari lingkaran tersebut semakin besar bahkan hampir mendorong tubuh Miskam ke belakang. Miskam berpegangan ke sudut meja dan saat dia hendak bangkit untuk menjauh dari sana lingkaran tersebut membalikkan anginnya menjadi angin hisap. Kekuatan hisapannya begitu kuat hingga akhirnya Miskam yang dalam keadaan tidak siap untuk menahan diri itu langsung masuk ke dalam lubang tersebut.

Yang dirasakan Miskam hanya dia masuk ke dalam ruangan yang gelap gulita dan hanya ada sedikit cahaya yang beberapa kali melintas. Miskam terus saja mengucap Istighfar, tahlil untuk menenangkan dirinya. Di menit selanjutnya dia merasa ada yang mendorongnya dengan kasar sehingga Miskam terlempar dan tidak berapa lama dia terjatuh di sebuah tanah lapang yang dikelilingi ilalang. Miskam memegangi dadanya yang sakit karena terjatuh tadi. Miskam melihat ke sekeliling namun tidak ada apa-apa selain padang ilalang yang cukup luas. Miskam berjalan perlahan menuju sebuah hutan yang dia lihat dari kejauhan. Miskam berjalan terpincang-pincang karena kakinya terkilir saat menahan tubuhnya saat jatuh sehingga justru dadanya dulu yang menghantam tanah.

Baru setengah jalan Miskam untuk sampai ke hutan yang ditujunya tiba-tiba muncullah seseorang berjubah hitam-hitam dengan matanya menyala merah. Di tangan kanannya terdapat kawat berduri yang nampak begitu tajam. Miskam ketakutan dan menarik mundur langkahnya perlahan. “Don’t Scare!” kata orang berjubah itu dengan nada berat.

“I’ll give you a power. And you Have to be my guardian next time,” kata orang berjubah itu lagi. Miskam terbelalak dan semakin ketakutan saat orang bejubah itu mengangkat tangannya. Dari tangannya yang diangkat itu muncul cahaya yang begitu terang hingga menyilaukan pandangan Miskam dan selanjutnya Miskam merasa begitu kesakitan hingga tidak bisa menahannya sehingga pingsan.

Saat malam hari Miskam baru tersadar dan saat menggerakkan anggota tubuhnya dia merasa aneh. Rupanya pakaian yang dikenakannya telah berubah menjadi sebuah jubah berwarna merah seperti darah dan dipinggangnya terdapat pedang beserta sarung pedangnya yang terbuat dari baja berwarna hitam. Di ujung lengan bajunya terdapat kancing agar bisa membuka lengan bajunya untuk dilipat. Jubahnya hampir cukup panjang, kurang lebih dibawah lututnya sedikit. Miskam penasaran dengan pedang yang berada di pinggangnya. Miskam memberanikan diri untuk menghunusnya dan tiba-tiba pedang tersebut menyala dan mengeluarkan energy layaknya api yang kemudian menjalar ke tangan dan pundaknya. Energy tersebut serasa seperti kesemutan di tangan dan pundaknya. Saat Miskam menoba mengibaskannya, betapa terkejutnya dia, tiba-tiba keluarlah energy yang dahsyat layaknya petir yang menyambar dan menghancurkan benda yang tidak jauh dari jarak sabetan pedang tersebut. Miskam gemetaran dan menjatuhkan pedangnya. Pedang tersebut bahkan bisa bergerak sendiri dan menyala kembali memunculkan suatu energy yang lembut menembak ke arah mata Miskam dan seperti menghipnotisnya. Miskam kemudian tidak sadarkan diri untuk beberapa saat hingga akhirnya dia kembali ke kesadarannya dan mengambil pedangnya lagi.

Miskam (Killer Eyes)

Miskam berjalan menuju hutan yang tadi ditujunya. Di dalam hutan dia bertemu bebarapa binatang buas seperti singa hitam, serigala bertaring pedang dan berbagai binatang buas aneh lainnya. Namun, hanya dengan satu pukulan dan kibasan pedangnya semua yang dihadapinya dengan mudah tak berdaya lagi dan beberapa hancur menjadi abu. Miskam juga beberapa kali menyelamatkan orang yang sedang diserang oleh makhluk seperti penyihir dan dengan mudah dikalahkan Miskam dengan pedangnya. Setiap terhubung dengan pedang miliknya mata Miskam berubah layaknya mata ingin membunuh dengan sadis begitu tajam dan berwarna merah.

Meskipun Miskam begitu menakutkan dan menyeramkan saat bertarung, dia masih memiliki kesadaran sehingga saat tidak bertarung Miskam layaknya manusia biasa yang ramah dan bersosialisasi dengan orang lain. Miskam tidak melupakan tujuannya untuk mencari adiknya, Djoni. Miskam beberapa kali sering bertemu dengan orang berjubah yang memberinya kekuatan dahsyat itu dan mendapat infromasi bahwa adiknya juga berada di dunia dimana Miskam kini berada. Miskam kemudian mengunjungi beberapa kota dan mencari informasi dari kota yang dikunjunginya. Hingga suatu waktu saat dia menyelamatkan seorang laki-laki dan diminta untuk tinggal di tempat laki-laki tersebut Miskam juga bertanya-tanya tentang keberadaan adiknya pada laki-laki tersebut. Namun sayang, laki-laki yang memberi Miskam tempat menginap selama semalam itu tidak mengetahui sama sekali orang yang dicari Miskam. Karena tidak ingin merepotkan Miskam berpamitan keesokan harinya dan meminta ditunjukkan kota yang banyak menjual bahan makanan dengan harga murah. Laki-laki tersebut menyarankan agar Miskam pergi ke kota bernama Suku Tinggi dimana banyak pedagang makanan di kota tersebut. Miskam menuruti saran laki-laki tersebut dan pergi ke kota tersebut.

Dan selanjutnya Miskam bertemu dengan Roguruta dan juga Rinata si anak pedagang buah-buahan. Roguruta nampaknya kenal dengan adik Miskam. Hingga suatu waktu mereka pergi bersama untuk mencari Djoni.

~*v*~

Create Your Own Story, Create Your Own Imagination!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s